Senin, 11 Desember 2017

Perkembangan karakteristik usia 19-24 tahun

LATAR BELAKANG
Pertumbuhan merupakan suatu keadaan yang dialami oleh seseorang manusia sejak didalam kandungan, hingga pada masa remaja akhir. Pertumbuhan setiap individu manusia tidak sama baik pertumbuhan fisik atau psikis (mental). Pertumbuhan fisik sangatlah mudah untuk diketahui, karena pertumbuhan ini dapat dilihat perkembangan atau perubahannya. Sebaliknya pertumbuhan psikis (mental) tidak mudah diketahui karena ada cara-cara khusus untuk mengetahui pertumbuhan psikis tersebut. orang awam lebih mudah untuk mendiagnosis pertumbuhan fisik orang lain dibandingkan dengan pertumbuhan psikis. Pertumbuhan fisik pada laki-laki dan perempuan berbeda, tahap-tahap, masa pertumbuhan, cirri-ciri dan kecepatan pertumbuhannyapun berbeda-beda antara laki-laki dan perempuan. Banyak hal-hal yang mempengaruhi pertumbuhan fisik masing-masing individu baik laki-laki maupun perempuan, hal tersebut biasaya dipengaruhi oleh makanan dan pola hidup masing-masing individu, makanan yang baik dan pola hidup yang baik dapat mempercepat pertumbuhan, dan sebaliknya dengan makanan yang kurang sehat dan pola hidup yang buruk dapat menghambat pertumbuhan. Namun, hal tersebut bisa saja tidak berlaku apabila seorang individdu memiliki hormone pertumbuhan yang lebih atau kurang.
Perkembangan Agama
Pemahaman dalam beragama sudah semakin matang, kemampuan berfikir abstrak memungkinkan untuk dapat mentransformasikan keyakinan beragama serta mengapresiasikan kualitas diri.
Perkembangan Fisik
Pertumbuhan fisik pada remaja putri biasanya sudah mencapai pada puncaknya atau sudah sempurna, sedangkan pada remaja putra, masih terus berlanjut khususnya pada peningkatan berat, tinggi, massa otot dan rambut pada tubuh.
Perkembangan Psikis – Otak
Mereka sudah mulai memiliki kemampuan untuk memikirkan sebuah ide mulai dari awal sampai akhir, kemampuan untuk menunda kepuasan atau kegembiraan, mulai peduli pada masa depan dan berpikir rasional.
Perkembangan Bahasa
Pada umumnya lebih memantapkan diri pada bahasa asing tertentu, menggemari literatur yang mengandung nilai-nilai filosofis, etnis dan religius. Penggunaan bahasa lebih sempurna serta perbendaharaan kata lebih banyak. Kemampuan menggunakan bahasa ilmiah mulai tumbuh dan mampu diajak berdialog seperti ilmuwan.
Perkembangan Sosial – Emosional
Identitas diri semakin kuat, termasuk identitas seksual, stabilitas emosi dan kepedulian terhadap orang lain semakin meningkat, semakin mandiri, hubungan antar teman sebaya tetap menjadi issu yang penting dan hubungan dengan lawan jenis semakin serius.
Perkembangan Moral
Moral nya sudah terbentuk tetapi lebih mementingkan peran teman dari pada pera keluarga karena masing memikirkan diri sediri.
Teori
Teori perkembangan kognitif Piaget,teori perkembangan fisik Frued, teori moral Kohlberg, teori ekologi Bronfenbenner, teori observational learning Bandura dan teori motivasi.
Kesimpulan
Masa dewasa juga jelas. Pertumbuhan jasmani telah sempurna, kecerdasan dan emosi telah cukup berkembang. Akan tetapi, lain halnya dengan masa remaja. Jika dilihat tubuhnya, dia telah seperti orang dewasa, jasmaninya telah jelas berbentuk laki-laki atau wanita. Organ-organnya telah dapat pula menjalankan fungsinya. Dalam hidupnya mereka ingin berdiri sendiri, tidak bergantung lagi kepada orang tua atau orang dewasa lainnya, akan tetapi mereka belum mampu bertanggung jawab dalam soal ekonomi dan sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar