Senin, 11 Desember 2017

MENINGKATKAN PENGELOLAAN DIRI UNTUK MENJADI KONSELOR YANG BAIK

Pengertian Pegelolaan Diri adalah kemampuan mengelola pola perilaku agar aktivitas kehidupan bisa terselesaikan dengan efektif dan produktif. Karena, dalam proses ini kita harus menetapkan tujuan, evaluasi perilaku, saat penyusunan rencana-rencana untuk mendapatkan hasil yang kita harapkan. Sebelum melakukan menegemen diri, terlebih dahulu kita harus mengenal karakteristik pekerjaan kita. Contoh pekerjaan dimedia masa, suatu pekerjaan yang banyak mengendalkan situasi untuk mengejar tujuan (capaian). Untuk menyusun manajemen diri, diperlukan tiga kemampuan yaitu (Sedanayasa, 2014) :
a.       Kemampuan memprediksi
Kemampuan ini sangat penting terutama pada pekerjaan yang sering kali dipengaruhi faktor luar dan dalam. Faktor luar menyangkut kemampuan memprediksi atau meramalkan situasi dan keadaan yang sangat penting. Sedangkan faktor dalam, menyangkut kemampuan untuk kemampuan memprediksikan seberapa banyak tugas atau beban pekerjaan yang akan dilakukan
b.      Kemampuan kategorisasi
Merupakan kemampuan untuk mengelompokan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab. Tugas-tugas yang memiliki kode atau karakter yang mirip akan lebih mudah dikerjakan.
c.       Kemampuan menentukan prioritas
Menentukan prioritas, artinya menentukan suatu kegiatan dan segala pendukungnya mempertimbangkan waktu dan dampak-dampaknya. Prioritas pertama adalah pekerjaan yang penting dan mendesak, setelah itu mempertimbangkan pekerjaan yang penting dan tidak mendesak.
Strategi Pengembangan Kekuatan Personal
Manusia adalah makhluk penuh potensi, yang harus dikembangkan sehingga semua bisa teraktualisasi. Mengenal diri sendiri adalah dasar untuk mengarahkan diri dan untuk beraktualisasi. Sebagai contoh, setelah menganalisa diri dengan seksama, kemudian kita mampu menemukan kekuatan personal kita seperti kreativitas, semangat berinovasi, ketajaman analisis, kemampuan menemukan peluang, penerimaan terhadap hal-hal baru, semangat belajar yang tinggi dan sebagainya. Di sisi lain kita merasa miliki kelemahan, seperti kurang disiplin, tidak focus, kurang konsisten, tidak berani mencoba atau tidak berani ambil resiko. Dalam kondisi ini maka manussia mempunyai kewajiban untuk megembangkan diri dan berusaha menutupi kelemahan serta mencari solusi untuk menutupi kelemahan tersebutAda beberapa cara untuk memaksimalkan potensi atau kekuatan dan sekalgus meminimalkan pengaruh kelemahan (Sedanayasa, 2014):
a.  Berkomitmen untuk meminimalisasi atau menghapis kelemahan secara bertahap
b.  Melakukan action atau saha yang sungguh-sungguh untuk mnghentikan dampak setiapkali kelemaha diri tersebut muncul.
c.  Menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baru yang mendorong mencuatnya potensi kita, dan pada saat bersamaan mengubur sedalam-dalamnya setiap kelemahan kita.
d.  Terus-menerus menumbuhkan dan mengmbangkan motivasi dir, supaya semangat selalu berkobar dan kita senantiasa memiliki mentaliltas yang sehat.
Keempat hal terseut harus dimulai dari sekarang dan hanya orang yang memiliki motivasi serta berani bertindak akan mencapai kesuksesan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar