Senin, 11 Desember 2017

KELOMPOK DAN PERUBAHAN DALAM DINAMIKA KELOMPOK

Kita disini mau menjelaskan tentang kelompok dan perubahan yaitu dari segi pendekatan kelompok dan perubahan, sumber-sumber perubahan dalam kelompok dan keefektifan kelompok.
Sebelumnya kita ingin menjelaskan terlebih dahulu pengertian dari kelompok dan perubahan. Menurut Cartwright&Zander (1968) dan Lewin (1948), pengertian kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi.
Menurut Cateora (MGH), Pengertian dari perubahan adalah hasil suatu masyarakat yang mencari cara memecahkan masalah yang diciptakan oleh perubahan dalam lingkungannya.
            Selanjutnya kita akan menjelaskan kelompok dan perubahan dari segi pendekatan kelompok dan perubahan nya, terdapat pada :
a.       Kelompok Psikoterapi
Karakteristik :
Kelompok Psikoterapi menggunakan penanganan dari semua tipe permasalahan psikiatrik. Termasuk masalah kecanduan, gangguan pola makan, depresi, gangguan stress pasca trauma, dan gangguan kepribadian. (Barlow, Burlingame &Fuhriman, 2000; Kanas, 1999).

Contoh kelompok psikoterapi :
1.      Kelompok Psikoanalisis
Ciri-ciri : psikoanalisis dari tradisi yang telah digunakan oleh seorang pasien dan seorang terapis, pola pikir directive, kebebasan berasosiasi, menolong pasien dengan wawasan dalam menyelesaikan masalah ketidaksadaran berfikir.
Tujuan terapi Psikoanalitik adalah membentuk kembali struktur karakter individual dengan jalan membuat kesadaran yang tidak disadari dalam diri klien.

2.      Kelompok Gestalt
Terapi Gestalt yang dikembangkan oleh Frederick Perls adalah bentuk terapi eksistensial yang ber pijak pada premis bahwa individu-individu harus menemukan jalan hidupnya sendiri dan menerima tanggung jawab pribadi jika mereka mengharap mencapai kematangan.

3.      Psikodrama
Dikembangkan oleh Jacob Moreno (1934), menggunakan latihan untuk merangsang pengalaman emosi dalam setiap anggota kelompok.
Moreno menyatakan bahwa tekanan psikodrama melibatkan diskusi pasif dan jika drama menolong diri anggota untuk mengatasi kesenggangan mereka untuk mendiskusikan isu-isu penting (Kipper,2006; Kipper & Ritchie, 2003; Rawlinson, 2000).

4.      Kelompok Psikoterapi Intrapersonal
Pendekatan intrapersonal pada asumsi gangguan psikologis merupakan gangguan psikologi yang banyak, seperti depresi, kecemasan, gangguan kepribadian, dapat menjadi penelusuran kembali sumber-sumber sosial. 

5.      Kelompok Terapi Perilaku Kognitif
Pendekatan ini mengasumsikan bahwa pikiran bermasalah dan perilku diperoleh melalui pengalaman. Sehingga teori perilaku mengajarkan orang untuk kognisi dan perilaku yang diinginkannya.

b.      Kelompok Belajar Interpersonal
Lewin merupakan salah seorang yang memperkenalkan keterampilan interpersonal dan wawasan diri. Lewin percaya bahwa kelompok dan organisasi sering gagal karena anggota mereka tidak dilatih dalam hubungan manusia. Oleh karena itu dia menyarankan untuk adanya pemeriksaan tentang pengalaman kelompok untuk memberi orang pemahaman yang lebih dalam diri mereka sendiri dan dinamika kelompoknya.

Contoh kelompok belajar Interpersonal :
1.      Pelatihan Kelompok
2.      Kelompok Belajar Terstruktur
3.      Kelompok Pendukung

Pembahasan kedua kita akan menjelaskan kelompok dan perubahan dari segi sumber-sumber perubahan dalam kelompok, yaitu :
1.      Universalitas dan Harapan
Menelitian menegaskan bahwa ketika orang dengan orang lain yang menghadapi masalah serupa atau peristiwa yang membuatnya terganggu, mereka merasa lebih baik, dalam hal harga diri dan suasana hati, daripada ketika mereka berada dengan orang-orang berbeda (Frable, Platt & Hoey, 1998). Yalom (dengan Leszcz, 2005) percaya bahwa hasil proses kolektif dalam "instansi harapan" dalam anggota-anggota, dan penelitian menegaskan bahwa harapan kelompok berkontribusi terhadap kepuasan kesejahteraan, kehidupan, dan inspirasi (Cheavens di al, 2006)

2.      Pembelajaran Sosial
Dalam perkembangan sosial dari kelompok kecil, pengalaman dari individu adalah jarak dari proses interpersonal. Masukan dari kekuatan dan kelemahannya adalah masukan untuk merubah tingkah laku dari anggota lain yang tidak disetujui, mereka berusaha menyamai peran dan mendapat kesempatan untuk tingkah laku yang mereka temukan.

3.      Keterpaduan Kelompok
Keterpaduan kelompok (kohesi) adalah unsur penting untuk perubahan yang efektif mempromosikan kelompok. jika yang akan digunakan sebagai agen perubahan, para anggota harus memiliki rasa yang kuat terhadap identitas kelompok, dan sebaliknya.

4.      Pengungkapan dan Katarsis
Kelompok menjadi lebih bersatu jika anggota terlibat dalam berbagai pengungkapan diri pribadi (Corey & Corey, 1992; Leichtentritt & Shecthman, 1998). 

5.      Altruisme
Terkadang kualitas seorang individu yang tidak diketahui oleh dirinya akan disadari ketika seseorang melakukan interaksi dalam sebuah kelompok (Luft, 1984). 
Berdasarkan teori self-perseption, seseorang biasanya "belajar untuk memahami" kebiasaan mereka, emosi, dan keadaan internal lainnya dengan cara menduga-duga berdasarkan observasi mereka mengenai perilaku mereka yang disarankan secara terang-terangan dan/atau berdasarkan perilaku yang sedang mereka alami saat ini (Bem, 1972).

6.      Wawasan 
Pelajaran mengenai evaluasi anggota kelompok berdasarkan proses pengalaman yang mengandung unsur-unsur terapi membuktikan pentingnya sebuah pengertian. Ketika partisipan dalam kelompok terapi diminta untuk mengidentifikasi suatu kejadian yang diambil dari kelompok tersebut yang sangat membutuhkan bantuan, penekanan universal, pembelajaran interpersonal, perpaduan, dan pengertian.


Pembahasan terakhir kita akan menjelaskan kelompok dan perubahan dari segi keefektifan kelompok.
Menurut Gary Burlingame dan koleganya secara statistika mengkombinasikan ratusan hasil pengamatan, eksperimental kepura-puraan, dan penelitian korelasinya, menyimpulkan bahwa metode kelompok memiliki cara yang efektif untuk mengatasi berbagai permasalahan yang cukup luas mengenai psikologi (Burlingame, Fuhriman & Moiser, 2003).
1.      Persepsi vs Perilaku
Ricard Bednar dan Theodore Kaul (1979), setelah memilih penelitian mengetahui kecacatan secara metodologi, termasuk penelitian paling penting yang telah dilaporkan berubah hanya dengan laporan pribadi, akan tetapi tidak dalam data perilaku.

2.      Bukti dari Efek Negatif
Bedhar dan Kaul mencatat bahwa kelompok-kelompok bisa gagal menjadi cara yang berbeda.
Peserta dapat memutuskan untuk meninggalkan kelompok sebelum dia telah diuntungkan dengan cara apapun. 

3.      Jenis Kelompok dan Efektivitasnya
Beberapa pemimpin berpusat sedangkan yang lain adalah kelompok terfokus , dan kegiatan kelompok dapat berkisar dari struktur tinggi ke seluruh struktur.

4.      Nilai Kelompok
Kelompok adalah tempat di mana orang dapat belajar keterampilan sosial baru dan menemukan hal-hal tentang diri mereka sendiri dan orang lain. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar