Senin, 20 November 2017

OTAK DAN FUNGSINYA


1.    Otak
Otak memiliki 10 sampai 15 triliun sel saraf, dan masing-masing sel saraf itu mempunyai ribuan sambungan. Otak manusia adalah computer terbaik yang kita ketahui. Otak merupakan organ satu-satunya ditubuh kita yang terus berkembang asalkan terus dipakai atau diaktifkan. Selama digunakan otak akan terus tumbuh.
Tidak semua orang lanjut usia akan menjadi pikun, oleh karena itu kepercayaan tentang bahwa orang lanjut usia berarti menjadi pikun harus dihilangkan kecuali disebabkan oleh faktor medis. Banyak berita tentang orang yang berusia lanjut lebih dari 90- 100 tahun tetapi pikirannya masih aktif, masih bisa membaca, berdiskusi, dll. Tubuhnya mungkin kurang aktif tapi otak akan terus berkembang jika digunakan.

2.    Anak-anak
Anak-anak berusia 0-5 tahun dapat mempelajari lebih banyak data dan fakta dibandingkan dengan orang yang belajar di perguruan tinggi ini dikarenakan mereka menikmati dalam melakukannya dan tidak ada stress. Dari usio 0-5 tahun anak-anak begitu banyak belajar padahal mereka lahir ke dunia ini tidak membawa sesuatu diotaknya namun mereka dapat belajar dengan cepat. Penelitian membuktikan bahwa orang jenius itu tidak dilahirkan namun mereka dilatih saat dirinya masih dalam kandungan.

3.    Jenius
Otak menusia digunakan rata-rata hanya sebanyak 4-5% saja. Namun orang jenius menggunakan otaknya 5-6 persen. Kita dapat menggunakannya dengan baik dengan menambah kapasitas otak jika kita memanfaatkan kedua otak kiri dan kanan, pikiran sadar dan pikiran bawah sadar kapasitas otak mungkin dapat ditingkatkan sebanyak 10%.

4.    Otak kiri dan otak kanan/otak analitik dan otak kreatif
Matematika, angka-angka, logika urut-urutan, linier, penilaian pidato, bahasa adalah sebagian contoh menggunakan symbol dan gambar yang memerlukan otak kanan. Sedangkan aspek musik, imajinasi, kreativitas, melamun semua itu adalah aktivitas otak kanan. Penelitian menunjukan hasil yang beragam, hasil menunjukan lebih dari 17% orang yang sisi analitisnya berada diotak sebelah kanan kebanyakan orang kidal masuk dalam ketegori ini.


Kinerja Dinamika kelompok dalam Bimbingan dan Konseling


Kinerja disini diartikan sebagai suatu hasil atau pencapaian dari suatu kelompok. Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program, atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi yang ada dalam suatu kelompok (Mahsun, 2006:25).
Untuk menunjang suatu kinerja dalam kelompok diperlukan suatu fasilitasi sosial, dimana menurut David G.Myers arti fasilitasi sosial adalah kecenderungan bagi seseorang untuk menampilkan tugas-tugas yang sederhana atau telah dipelajari dengan baik dan menampilkan secara lebih baik ketika oranglain berada diantara mereka. Sedangkan menurut Alport fasilitasi sosial tidak selalu memudahkan pekerjaan. Alport dibingungkan oleh adanya banyak orang yang secara konstan mengalami penurunan prestasi bila bekerja ditengah-tengah kelompok.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa fasilitasi sosial adalah dampak kinerja yang berasal dari orang lain, dampak yang dihasilkan dapat berupa dampak positif (meningkatkan kinerja) dan dapat juga berdampak negative (menghambat kinerja). Dampak negative yang dapat menghambat suatu kinerja terjadi karena adanya suatu kendala dalam proses kelompok, diantaranya:
1.    Perbedaan pendirian atau perasaan antara individu, sehingga terjadi konflik diantara mereka.
2.    Perbedaan kepribadian diantara mereka, yang disebabkan oleh adnaya perbedan latar belakang kebudayaan.
3.    Perbedaan kepentingan individu atau kelompok diantara mereka.
4.    Perubahan-perubahan sosial yang cepat dalam masyarakat karena adanya perubahan nilai atau system yang berlaku. (Santosa; 1983:32).
Dari adanya beberapa kendala yang dihadapi suatu kelompok, dapat memungkinkan timbulnya konflik di dalam kelompok. Yusuf menjelaskan bahwa sebetulnya bentuk konflik bukan hanya bertolak dari bentuk interaksinya saja, akan tetapi memang terjadi setelah kelompok dibangun, dimana antara masing-masing anggotaterjadi konflik, mungkin saja konflik dalam peran, fungsi, tugas dan konflik dalam jaringan komuniikasi dengan antar anggota kelompok (Yusuf; 1989:90).
Untuk mempertahankan eksistensi atau keberadaan suatu kelompok meski dihadapkan dengan beberapa konflik, maka perlu adanya peningkatan dalam proses kelompok yang tak lain dimaksudkan sebagai pengembangan dan pemeliharaan dalam kelompok. Dimana pengembangan dan pemeliharaan kelompok berkaitan dengan “apa yang harus ada” dalam kelompok. Untuk menunjang peningkatan dalam proses kelompok, maka harus adanya pembagian tugas yang jelas, kegiatan yang terus-menerus teratur, adanya jalinan komunikasi antar anggota kelompok, adanya pengawasan dan pengendalian kegiatan kelompok, dan adanya kegiatan untuk menambah anggota baru dan mempertahankan anggota lama.


Sabtu, 18 November 2017

PENGARUH PERASAAN JATUH CINTA TERHADAP KELEMBUTAN BICARA SESEORANG




PENDAHULUAN
Cinta adalah emosi dasar manusia, tetapi memahami bagaimana dan mengapa hal itu terjadi bukanlah hal yang mudah. Bahkan, untuk waktu yang lama, para ilmuwan beranggapan bahwa cinta hanyalah sebuah ilmu tidak bisa mengerti.

FAKTOR YANG MENYEBABKAN ORANG MENYUKAI DAN TERTARIK DENGAN ORANG LAIN
1.    Kedekatan
Para ahli sosiologi menyimpulkan bahwa banyak orang berhubungan atau menikah dengan pasangannya karena mereka bertemu disekitar wilayah hidupnya. Dalam hal ini, orang tertarik dengan orang lain karena secara frekuensi mereka banyak berinteraksi dengan orang lain dalam wilayah hidup yang sama.
2.    Kemenarikan Fisik
Kemenarikan fisik dapat menjadi faktor penentu seseorang mencintai orang lain dan kemudian menjalin suatu hubungan cinta. Hal ini terutama terjadi pada para pria. Banyak pria tertarik pada wanita karena penampilan fisik yang menarik, sedang kan wanita lebih tertarik pada pria karena penampilan kepribadiannya. Ini terbukti dengan banyak fakta menunjukan bahwa wanita cantik lebih  mudah memperoleh teman kencan ketimbang pria yang berwajah tampan. Selain penjelasan itu, pemilihan pasangan berdasarkan ciciriciri fisik juga terkait dengan prinsip keseimbangan (matching phenomena) diantara kedua belah pihak dan sterotip tentang penampilan menarik seseorang yang ada dalam masayarakat.
3.    Kesamaaan dan kebutuhan saling melengkapi  (Komplementer)
seseorang menyukai atau mencintai orang lain bisa karena ia memiliki kesamaan atauu keserupaan dengan orang lain. Banyak pasangan yang memiliki kesamaan nilai, keyakinan, sikap, dan perilaku, lebih memiliki kesempatan untuk menjalani hidup perkawinan yang bahagia.
Namun ada banyak juga menjupai orang mencintai dan menjalani hubungan dengan orang lain yang memiliki perbedaan dibanding dirinya karena ia merasa bahwa orang lain itu memiliki kelebihan yang dapat melengkapi dirinya. contoh pria yang introvet memilih untuk menikah dengan wanita yang ekstrovet.
4.    Seseorang mencintai orang yang mencintai dirinya
Seseorang mencintai orang lain yang mencintai dirnya karena apabila seseorang dicintai orang lain maka terdapat semacam proses psikologis dimana seseoang merasa dirinya mendapat hadiah (ganjaran) karena memperoleh cinta itu. Ini sesuai dengan teori kebutuhan Abraham Maslow (myers, 2002) yang menyatakan bahwa manusia perlu atau ingin orang lain maka seseorang akan merasa dihargai, terjadi peningkata penilaian diri merasa menarik dan merasa memperoleh penerimaan sosial.
5.    Keuntungan yang diperoleh dari suatu hubungan
Berdasarkan teori pertukaran sosial yang mengacu pada hubungan yang bersifat timbal balik maka orang akan mencintai dan terus mencintai orang lain karena orang lain itu memberikan banyak keuntungan signifikan kepada dirinya. Keuntungan tersebut bersifat fisik, psikologis, material, dan spritual.

HUBUNGAN JATUH CINTA DAN KELEMBUTAN BERBICARA SESEORANG
            Semua orang pasti pernah mengalami jatuh cinta, jika jatuh cinta itu terbalaskan atau dengan kata lain orang yang kita cintai juga mencintai kita maka akan membawa dampak positif misalnya membuat kita lebih semangat, membuat mood kita baik, membuat kita bahagia dan masih banyak lagi dampak dari perasaan jatuh cinta itu.
            Tanpa disadari ada beberapa hal yang kita rasakan ketika perasaan jatuh cinta itu datang. Misalnya ketika melihat orang yang kita sukai berjalan di depan kita, maka kita akan tersipu malu dan tiba-tiba jantung berdebar lebih cepat daripada biasanya. Dan tanpa disadari pula ketika kita berbicara dengan orang yang kita cintai maka suara kita akan lebih lembut dan kecepatan berbicara kita pun akan melambat. Kenapa ini bisa terjadi? Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa nyaman dan rasa perlindungan kepada orang yang dicintainya biasanya ini dilakukan oleh para pria yang sedang merasakan perasaan jatuh cinta.

KESIMPULAN
            Tidak ada definisi pasti tentang cinta, bahkan selama ini ilmuan menganggap cinta adalah sebuah ilmu yang sulit di definisikan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi daya tarik atau cinta yaitu: kedekatan, kemenarikan fisik, kesamaan dan kebutuhan saling melengkapi, seseorang cenderung mencintai orang yang mencintainya, dan yang terakhir adalah keuntungan yang didapat seseorang dalam sebuah hubungan yang dijalaninya.
            Ada beberapa sikap yang disadari atau tanpa disadari akan dilakukan oleh orang yang sedang mengalami perasaan jatuh cinta. Salah satunya adalah berbicara lebih lembut dengan intonasi yang lebih melambat. Hal ini memberikan efek rasa nyaman dan rasa terlindungi yang dirasakan oleh lawan bicaranya yang nobatabene adalah orang yang kita cintai. Biasanya hal ini dilakukan oleh pria dengan tujuan memberikan rasa nyaman dan sebagai pembuktian bahwa dia memberikan perlindungan kepada orang yang dia cintai.

Oedipus Complex


Kompleks Oidipus (bahasa inggris: Oedipus complex) dalam aliran psikoanalisis Sigmund Freud merujuk pada suatu tahapan perkembangan Psikoseksual pada masa anak-anak ketika hasrat anak untuk secara seksual memiliki orangtua dengan jenis kelamin berbeda (misalnya laki-laki tertarik kepada ibunya dan menganggap ayahnya sebagai saingan, sedangkan perempuan tertarik kepada ayahnya dan menganggap ibunya sebagai saingan). Nama ini diambil dari mitos Yunani tentang Oidipus yang tanpa diketahui membunuh ayahnya, Laios. Kemudian ia menikahi ibunya, Yokasta.
Pada masa selanjutnya, Freud sedikit mengubah pandangannya dengan mengatakan bahwa untuk anak laki-laki sudah ada sejarah identifikasi dengan ayahnya yang tidak menyertakan persaingan dengannya. Lebih jauh, untuk anak perempuan Freud beranggapan bahwa hubungan dengan ibunya sebagai sangat penting untuk memahami perkembangan psikoseksualnya, yang mempengaruhinya dalam memasuki kompleks Oidipus.
Menurut seorang psikolog bernama A. Kasandra, kecenderungan pria yang jatuh cinta kepada wanita yang lebih tua darinya, karena terobsesi karakter ibunya. Kemungkinan sejak kecil si pria tersebut memiliki kedekatan secara emosional terhadap figur seorang ibu, sehingga secara tak langsung alam bawah sadarnya merekam memori kasih sayang yang selama ini diberikan sang ibu.
Faktor Pemicu Timbulnya Gangguan Oedipus Complex antara lain: Oedipus kompleks terjadi karena faktor kejiwaan yang didapatkan sejak dari masa kecil, seperti contohnya terlalu dekat atau terlalu dilindungi oleh ibunya.
Ciri – ciri seorang lelaki penderita Sindrom Oedipus Complex : Maksud dari Sindrom Oedipus Complex di sini adalah pengaruh lanjutan yang di timbulkan dari konflik emosional yang dialaminya pada masa kecil terhadap ibunya dan membawa pengaruh yang berkepanjangan dalam kehidupannya hingga dewasa.
Ciri – cirinya antara lain : 
1. Selalu tertarik dengan wanita yang lebih tua dan seumuran ibunya.
2. Selalu bergantung pada orang lain ( termasuk dalam materi ). 
3. Tidak bisa mengambil keputusan sendiri, senang dimanja, dan disayangi.
· Masa Falik
Masa falik adalah masa perkembangan anak yang terjadi pada usia 3 sampai dengan 5 tahun. Pada masa ini yang menjadi pusat perhatian adalah perkembangan seksual dan rasa agresi serta fungsi alat-alat kelamin. Kenikmatan masturbasi serta khayalan yang menyertai aktivitas oto-erotik sangat penting, namun masturbasi secara terbuka tidak diterima secara sosial. Pada masa ini anak-anak juga memusatkan diri pada perbedaan antara pria dan wanita.
Tingkah laku anak pada masa ini ditandai oleh bekerjanya hal tersebut di atas, dan walaupun hal ini dimodifikasikan dan ditekan setelah anak berumur kurang lebih lima tahun, namun masih tetap merupakan kekuatan yang vital selama hidupnya.

SEKILAS TENTANG SEJARAH OEDIPUS:
Istilah Odipus Complex ternyata diambil dari nama seseorang yang bernama Oedipus, seorang tokoh mitologi Yunani. Pada masa kecilnya, ia diramalkan akan membunuh ayahnya dan menikahi ibunya sendiri. Oleh karena ramalan tersebut, Oedipus kecil pun hendak dibunuh namun dia berhasil selamat karena pergi mengembara. Dalam proses pengembaraannya mencari jati diri, dia secara tidak sengaja membunuh ayahnya dan jatuh cinta kepada ibu kandungnya. Bukan hanya karena kencantikan sang ibu tetapi juga akan adanya gairah yang terpendam di dalam diri Oedipus. Akhirnya Oedipus dewasa menikahi ibunya dengan ketidaktahuan mereka dan memiliki 3 orang anak. Setelah mereka mengetahui kenyataan yang sebenarnya bahwa mereka memiliki hubungan ibu dan anak, lalu sang ibu pun bunuh diri dan Oedipus melukai kedua matanya karena menurut Oedipus semua kesalahan terjadi karena berawal dari semua yang dilihatnya.


HUBUNGAN ANTARA STRESS DAN POLA TIDUR PADA MAHASISWA



Stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau membuat aktif organisme. Sedangkan menurut Handoko (1997), stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya. Menurut Woolfolk dan Richardson (1979) menyatakan bahwa adanya system kognitif, apresiasi stress menyebabkan segala peristiwa yang terjadi disekitar kita akan dihayati sebagai suatu stress berdasarkan arti atau interprestasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, dan bukan karena peristiwa itu sendiri. Sumber stress itu sendiri antara lain:
1.    Tekanan
Kita dapat mengalami tekanan dari dalam maupun luar, ataupun keduanya. Ambisi personal bersumber dari dalam, tapi kadang dikuatkan oleh harapan-harapan dari pihak diluar diri.

2.    Konflik
Konflik terjadi ketika kita berada dibawah tekanan untuk berespon simultan terhadap dua atau lebih kekuatan yang berlawanan. Ambisi personal bersumber dari dalam, tapi kadang dikuatkan oleh harapan-harapan dari pihak diluar diri.

3.    Frustasi
Frustasi terjadi ketika motif atau tujuan kita mengalami hambatan dalam pencapaiannya, Bila kita sudah berjuang keras kemudian gagal, kita mengalami frustasi. Bila kita dalam keadaan terdesak dan terburu-buru, kemudian terhambat untuk melakukan sesuatu (misalnya jalan macet) kita juga dapat merasa frustasi. dan juga Bila kita sangat memerlukan sesuatu (misalnya lapar dan butuh makanan), dan sesuatu itu tidak dapat diperoleh, kita juga mengalami frustasi.
Penyebab stress yang bisa dikarenakan juga dari kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang bisa merupakan perasaan sedih atau kehilangan, status sosial ekonomi, masalah dalam hubungan interpersonal, atau kehidupan rumah tangga, pekerjaan, sekolah, dan masih banyak lainnya.
Stress juga memiliki dampak negatif bagi kesehatan kita, salah satunya adalah terkena penyakit diabetes, karena orang yang sedang stress sering kali memilih untuk mengkonsumsi makanan secara berlebihan. Selain itu juga dapat menyebabkan detak jantung bekerja lebih cepat sehingga meningkatkan tekanan darah, dan bisa juga berdampak kepada sistem pernafasan, sistem muskuloskeletal (pergerakan) seperti penyakit nyeri punggung, sakit kepala. ketegangan otot, dan lain-lainnya.
Sedangkan dampak secara psikologis yang akan dialami seseorang ketika mengalami stress adalah ketegangan, kecemasan, kejenuhan, lebih sensitive, dan lebih mudah merasa marah. Dampak negatif yang ditimbulkan stress tentu akan sangat mempengaruhi kehidupan secara sehari-hari, ditambah lagi dampak yang akan dialami dalam pekerjaan.
Ketika kita mengalami stress banyak dampak yang akan kita dapatkan, misalnya rasa tidak bersemangat, konsentrasi yang menurun. Dikalangan mahasiswa sering mengalami stress yang mengakibatkan sulit tidur atau yang biasa dikenal dengan insomnia. Insomnia itu sendiri terjadi dikalangan mahasiswa dikarenakan banyaknya beban kewajiban yang harus ditanggung oleh mahasiswa itu sendiri. Misalnya karena tugas-tugas yang dikejar deadline dan laporan-laporan yang harus dikerjakan. Tentu saja hal ini dapat mengakibatkan stress sehingga seseorang itu mengalami sulit tidur atau insomnia.
Menurut sigmund (dalam Morin, 2003), insomnia adalah suatu penyakit gangguan tidur yang mencakup setiap sistem, gangguan pada setiap fungsi, dalam kegelapan, dalam kesunyian, dan kesendirian malam, semua ini disebabkan oleh  masalah kecemasan, timbul bersamaan dengan energi yang berlebihan serta dihantui oleh perasaan tidak bersemangat. Insomnia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain fisik dan psikis. Faktor fisik misalnya terserang flu sehingga sulit untuk tidur, sedangkan faktor gangguan psikis adalah stress, cemas, depresi ialah satu proses atau tahap perkembangan manusia yang berkaitan dengan perubahan fisik dan psikis.
Pada segi mental atau kejiwaan, insomnia akan mempengaruhi system syaraf, menyebabkan timbulnya perubahan suasana kejiwaan, sehingga penderita akan menjadi lesu, lemah menghadapi rangsangan, dan sulit berkonsentrasi. Adapun cara  mengurangi insomnia adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Sirkulasi Udara
Cara mengatasi insomnia yang wajib  dilakukan adalah mengatur sirkulasi udara yang ada di dalam kamar. Udara yang terlalu lembab atau penuh dengan polusi dapat membuat tidur menjadi kurang berkualitas.

2. Pemilihan Kasur yang Nyaman
Salah satu penyebab seseorang mengalami insomnia atau susah tidur adalah kondisi kasur yang kurang nyaman. Misalnya, saat Anda baru membeli kasur baru, pastikan tempat tidur tersebut mampu memberikan kenyamanan yang lebih.
Tidak hanya dalam segi kenyamanan, sebaiknya kita selektif dalam memilih kasur yang mampu membentuk sikap tubuh, tanpa menyebabkan gangguan pada tulang punggung.

3. Menjauhkan Gadget Sebelum Tidur
Membawa gadget sampai ke tempat tidur adalah kebiasaan buruk yang banyak dilakukan oleh masyarakat pada era modern ini. Bermaksud untuk menggunakannya sebagai cara mengatasi insomnia, memainkan gadget justru akan membuat  tidak fokus untuk beristirahat.
Selain itu, meletakkan gadget terlalu dekat dan lama dari anggota tubuh juga dapat memberikan efek samping negatif, seperti gangguan pada otak dan organ reproduksi, akibat radiasi yang dikeluarkan.

4. Meningkatkan Aktivitas di Siang Hari
Agar mudah terlelap saat istirahat malam, sebaiknya meningkatkan aktivitas pada siang hari. Kondisi tubuh yang lelah akan membuat tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat secara instant. Cara mengatasi insomnia kali ini sebaiknya dilakukan dengan menjalankan berbagai aktivitas fisik.

5. Atur Jadwal Istirahat yang Teratur
Untuk menghindari terjadinya insomnia, sebaiknya Anda membiasakan diri untuk beristirahat minimal 8 jam dalam sehari serta dengan waktu yang tetap dan tepat. Waktu yang tepat untuk beristirahat adalah sekitar pukul 8 atau 9 malam.
Terbiasa begadang dan menjalankan jadwal istirahat yang tidak teratur dapat membuat merasa kesulitan untuk tidur saat malam hari. Selain itu, Anda juga harus menghindari tidur siang agar durasi istirahat saat malam hari menjadi lebih lama.

6. Mengatur Penerangan dalam Kamar Tidur
Sebuah penelitian kesehatan di Amerika Serikat menyebutkan bahwa 40% penduduk yang ada di sana mengalami kesulitan tidur jika cahaya dalam kamar tidur terlalu terang. Selain itu, 10% dari orang-orang yang tidur dengan lampu menyala juga dikatakan lebih beresiko terkena penyakit tertentu.
Oleh sebab itu, cara mengatasi insomnia yang juga bisa dilakukan adalah dengan mengatur cahaya lampu yang redup di dalam kamar tidur. Hal ini tak lain adalah bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur yang Anda jalani.

7. Tidak Makan Sebelum Tidur
Jarak makan dengan waktu tidur yang terlalu dekat juga dapat menjadi penyebab terjadinya insomnia. Usahakan untuk makan dengan jarak minimal 1 jam sebelum istirahat malam agar tidak memacu kinerja organ pencernaan.
Sistem peredaran makanan dalam perut yang terlalu aktif itulah yang dapat membuat  mengalami kesulitan saat tidur atau sering terbangun di malam hari.
Sebagai mahasiswa sebaiknya ketika kita menghadapi sesuatu yang bisa memacu terjadi stress kita harus bisa memberikan sugesti yang positif bagi diri kita sendiri. Jangan mengangap tugas sebagai tekanan, karena sejatinya kita sebagai mahasiswa memiliki hak dan kewajiban yang harus dijalani dan dipenuhi. Tugas merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi sebagai mahasiswa. Jadi jangan pernah menjadikan tugas sebagai sesuatu yang membuat diri kita merasa stress. Jadi bagaimana cara kita menjadikan tugas tersebut menjadi sesuatu yang menyenangkan karena sebenarnya dengan kita mengerjakan tugas tersebut kita dapat sekaligus mengulang pelajaran yang telah kita pelajari. Karena jika kita merasa stress berkepanjangan dikhawatirkan kita tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas perkembangan pada masa selanjutnya.


LAYANAN BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA


Disiplin merupakan upaya untuk membuat orang berada pada jalur sikap dan perilaku yang sudah ditetapkan pada individu oleh orang tua. Kedisiplinan ini diajarkan oleh orang tua sejak dini, hal ini dimaksudkan agar anak terbiasa dengan hidup teratur karena hal ini juga akan berdampak positif bagi kehidupan dimasa yang akan datang. Pendidikan disiplin merupakan suatu proses bimbingan yang bertujuan untuk menanamkan pola perilaku tertentu, kebiasaan-kebiasaan tertentu, atau membentuk manusia dengan ciri-ciri tertentu, terutama untuk meningkatkan kualitas mental dan moral (Sukadji,2002). Menurut Deny (2011:3) kedisiplinan dalam arti luas adalah cermin dari kehidupan masyarakat bangsa dan bernegara. Maknanya, dari gambaran tingkat kedisiplinan suatu bangsa dapat dibayangkan seberapa tingkatan tinggi rendahnya budaya bangsa yang dimilikinya.
Fakta yang ditemukan dilapangan adalah tingkat kedisiplinan siswa disekolah masih kurang memuaskan. Ditandai dengan masih ada siswa yang tidak disiplin. Hal ini dapat di lihat dari perilaku siswa antara lain rendahnya kualitas karakter kedisiplinan seperti adanya pelanggaran tata tertib sekolah seperti belum menyelesaikan tugas PR dengan tepat waktu, terlambat datang kesekolah, berpakaian dan memakai atribut yang tidak dianjurkan misalnya memakai sepatu selain warna hitam, mengeluarkan baju seragam dan masih banyak lagi.
Dari permasalahan yang terjadi dilapangan dapat disimpulkan solusi yang paling tepat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan Bimbingan Pribadi sosial. Menurut Syamsu Yusuf dan Juntika Nurihsan (2005 : 11) merumuskan bimbingan pribadi-sosial sebagai suatu upaya membantu individu dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan keadaan psikologis dan sosial klien, sehingga individu memantapkan kepribadian dan mengembangkan kemampuan individu dalam menangani masalah-masalah dirinnya. Bimbingan pribadi-sosial juga sebagai upaya pengembangan kemampuan peserta didik untuk menghadapi dan mengatasi masalah-masalah pribadi-sosial dengan cara menciptakan lingkungan interaksi pendidikan yang kondusif, mengembangkan sistem pemahaman diri dan sikap-sikap positif, serta dengan mengembangkan kemampuan pribadi-sosial. Berdasarkan berbagai pengertian yang telah dikemukakan, dapat dirumuskan bimbingan pribadi-sosial merupakan upaya layanan yang diberikan kepada siswa agar mampu mengatasi permasalahan-permasalahan yang dialaminya, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, sehingga mampu membina hubungan sosial yang harmonis di lingkungannya. Bimbingan pribadi-sosial diberikan dengan cara menciptakan lingkungan yang kondusif, interaksi pendidikan yang akrab, mengembangkan sistem pemahaman diri, dan sikap-sikap yang positif, serta kemampuan-kemampuan pribadi sosial yang tepat.  
a.      Bimbingan Pribadi Sosial
·     Menurut Dewa Ketut Sukardi (1993: 11) mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan usaha bimbingan, dalam menghadapi dan memecahkan masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.
·     menurut pendapat Abu Ahmadi (1991: 109)Bimbingan pribadi-sosial adalah, seperangkat usaha bantuan kepada peserta didik agar dapat mengahadapi sendiri masalah-masalah pribadi dan sosial yang dialaminya, mengadakan penyesuaian pribadi dan sosial, memilih kelompok sosial, memilih jenis-jenis kegiatan sosial dan kegiatan rekreatif yang bernilai guna, serta berdaya upaya sendiri dalam memecahkan masalah-masalah pribadi, rekreasi dan sosial yang dialaminya.
·     Syamsu Yusuf (2005: 11) yang mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial adalah bimbingan untuk membantu para individu dalam memecahkan masalah-masalah sosial-pribadi.
Dari definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan suatu bimbingan yang diberikan oleh seorang ahli kepada individu atau kelompok, dalam membantu individu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.
b.    Program Layanan Bimbingan Pribadi Sosial untuk meningkatkan kedisiplinan siswa
1.      Bimbingan Klasikal 
Program yang dirancang menuntut guru BK/konselor untuk melakukan kontak langsung dengan siswa di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada siswa. Kegiatan bimbingan klasikal dapat berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). 
2.      Pelayanan Orientasi 
Pelayanan orientasi merupakan kegiatan yang memungkinkan siswa dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama dengan lingkungan sekolah. Pelayanan orientasi di sekolah biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Dalam layanan orientasi ini siswa baru diperkenalkan tata tertib sekolah dengan tujuan agar tingkat pelanggaran disekolah menurun sehingga dapat meningkatkan kedisiplinan siswa disekolah.
3.      Pelayanan Informasi 
 Layanan pemberian informasi tentang Tata tertib sekolah dimaksudkan agar siswa memahami apa saja yang boleh dilakukan dan dilarang untuk dilakukan disekolah sesuai dengan tata tertib yang ada.
4.      Bimbingan Kelompok 
Layanan bimbingan yang diberikan kepada siswa melalui kelompok-kelompok kecil (5 s.d 10 orang). Bimbingan kelompok ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat siswa. Topik yang didiskusikan  dalam bimbingan kelompok adalah masalah-masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia. 
5.      Kolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas 
Konselor berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang konseli, memecahkan masalah konseli, dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang perlu dilakukan. 

TUJUAN DAN FUNGSI DISIPLIN


a.      Fungsi Disiplin
Pada dasarnya manusia hidup di dunia memerlukan suatu norma aturan sebagai pedoman dan arahan untuk mempengaruhi jalan kehidupan, demikian pula di sekolah perlu adanya tata-tertib untuk berlangsungnya proses belajar yang tinggi maka dia harus mempunyai kedisiplinan belajar yang tinggi.
Disiplin akan membuat seseorang memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan pembentukan yang baik, yang akan menciptakan suatu pribadi yang luhur. Menurut Singgih D Gunarsah disiplin perlu dalam mendidik anak supaya anak dengan mudah dapat :
a.    Meresapkan pengetahuan dan pengertian sosial antara lain hak milik orang lain. Mengerti dan segera menurut, untuk menjalankan kewajiban dan secara langsung mengerti larangan-larangan.
b.   Mengerti tingkah laku baik dan buruk.
c.    Belajar mengendalikan keinginan dan berbuat sesuatu tanpa merasa terancam oleh hukum. Mengorbankan kesenangan sendiri tanpa peringatan dari orang lain.
Jika kita cermati lebih lanjut, tampaknya memang benar sekali suatu tata tertib atau aturan bagi pengendalian tingkah laku siswa memang harus dilakukan. Tata tertib disertai pengawasan akan terlaksananya tata tertib, dan pemberian pengertian pada setiap pelanggaran tentunya akan menimbulkan rasa keteraturan dan disiplin diri.
Fungsi pokok disiplin adalah mengajar anak untuk menerima pengekangan yang dilakukan dan membentuk, mengarahkan energi anak ke dalam jalur yang benar dan diterima secara sosial.
Dari uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa dengan adanya disiplin dalam mentaati tata tertib, siswa akan merasa aman karena dapat mengetahui mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak baik untuk dihindari. Dan hal ini sangat menunjang pada kelancaran proses belajar mengajar di sekolah yang berarti akan meningkatkan prestasi belajar siswa.
b.      Tujuan Disiplin
Penanaman dan penerapan sikap disiplin pendidikan tidak dimunculkan sebagai suatu tindakan pengekangan atau pembatasan kebebasan siswa dalam melakukan perbuatan sekehendaknya, akan tetapi hal itu tidak lebih sebagai tindakan pengarahan kepada sikap yang bertanggung jawab dan mempunyai cara hidup yang baik dan teratur. sehingga dia tidak merasakan bahwa disiplin merupakan beban tetapi disiplin merupakan suatu kebutuhan bagi dirinya menjalankan tugas sehari-hari.
Menurut Elizabet B. Hurlock bahwa tujuan seluruh disiplin ialah membentuk prilaku sedemikian rupa hingga ia akan sesuai dengan peran-peran yang ditetapkan kelompok budaya, tempat individu itu di identifikasikan.
Adapun tujuan disiplin menurut Charles adalah:
a. Tujuan jangka panjang yaitu supaya anak terlatih dan terkontrol dengan ajaran yang pantas.
b. Tujuan jangka panjang yaitu untuk mengembangkan dan pengendalian diri anak tanpa pengaruh pengendalian dari luar.
Disiplin memang seharusnya perlu diterapkan disekolah untuk kebutuhan belajar siswa. Hal ini perlu ditanamkan untuk mencegah perbuatan yang membuat siswa tidak mengalami kegagalan, melainkan keberhasilan.

KEDISIPLINAN SISWA DISEKOLAH



Disiplin merupakan upaya untuk membuat orang berada pada jalur sikap dan perilaku yang sudah ditetapkan pada individu oleh orang tua. Kedisiplinan ini diajarkan oleh orang tua sejak dini, hal ini dimaksudkan agar anak terbiasa dengan hidup teratur karena hal ini juga akan berdampak positif bagi kehidupan dimasa yang akan datang. Pendidikan disiplin merupakan suatu proses bimbingan yang bertujuan untuk menanamkan pola perilaku tertentu, kebiasaan-kebiasaan tertentu, atau membentuk manusia dengan ciri-ciri tertentu, terutama untuk meningkatkan kualitas mental dan moral (Sukadji,2002). Menurut Deny (2011:3) kedisiplinan dalam arti luas adalah cermin dari kehidupan masyarakat bangsa dan bernegara. Maknanya, dari gambaran tingkat kedisiplinan suatu bangsa dapat dibayangkan seberapa tingkatan tinggi rendahnya budaya bangsa yang dimilikinya. Sebelum membahas lebih jauh tentang kedisiplinan alangkah lebih baiknya jika terlebih dahulu mengenai definisi disiplin. Adapun pengertian disiplin menurut para ahli adalah sebagai berikut:
a. Keith Davis dalam Drs. R.A. Santoso Sastropoetra mengemukakan: Disiplin diartikan sebagai pengawasan terhadap diri pribadi untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah disetujui atau diterima sebagai tanggung jawab.
b. Julie Andrews dalam Shelia Ellison and Barbara An Barnet Ph.D berpendapat bahwa “Discipline is a form of life training that, once experienced and when practiced, develops an individual’s ability to control themselves”. (Disiplin adalah suatu bentuk latihan kehidupan, suatu pengalaman yang telah dilalui dan dilakukan, mengembangkan kemampun seseorang untuk mawas diri).
c. Soegeng Prijodarminto, S.H. dalam buku “Disiplin Kiat Menuju Sukses” mengatakan: Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian prilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan adalah suatu bentuk pengawasan terhadap diri dalam sebuah latihan kehidupan yang akan menghasilkan suatu pengalaman yang telah dilalui dan telah dilakukan dengan menunjukan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban.
Seseorang dikatakan menjalankan kedisiplinan jika orang tersebut menjalankan peraturan karena pengaruh dari luar misalnya guru, kepala sekolah, orang tua dan lain-lain. Sedang seseorang dikatakan tidak disiplin jika orang tersebut menjalankan peraturan yang harus dijalankan dengan mengingat kepentingan umum dan juga kepentingan diri sendiri. namun fakta dilapangan menunjukan bahwa masih banyak pelanggaran kedisiplinan yang dilakukan oleh siswa disekolah. Adapun bentuk pelanggarannya adalah sebagai berikut:
a.       Datang terlambat kesekolah
b.      Tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
c.       Melanggar ketetapan berpakain
d.      Membolos ketika jam pelajaran berlangsung, dan masih banyak lagi pelanggaran yang dilakukan.
Dalam situasi ini peran orang tua, guru mata pelajaran dan konselor sangat diperlukan. Antisipasi yang dapat dilakukan adalah dengan menanamkan sejak dini tetang kedisiplinan. Jadi dengan ditanamkan kedisiplinan sejak dini siswa menjadi terbiasa untuk berperilaku disiplin.

HUBUNGAN KEBIASAAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR



Setiap usaha pasti akan menghasilkan sesuatu, begitu juga dengan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di sekolah. Kegiatan belajar mengajar tersebut diharapkan dapat menghasilkan suatu prestasi belajar yang sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Kebiasaan erat kaitannya dengan hasil belajar. Sebelum membahas lebih jauh tentang hubungan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar maka alangkah lebih baiknya jika kita mengetahui definsi prestasi belajar terlebih dahulu. Adapun definisi prestasi belajar menurut para ahli adalah sebagai berikut:
Menurut Setiawan (2016:1) Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.

Menurut Haryanto (2010: 1) prestasi belajar adalah hasil usaha bekerja atau belajar yang menunjukkan ukuran kecakapan yang dicapai dalam bentuk nilai. Sedangkan nilai-nilai tersebut sebagai ukuran kecakapan dari usaha belajar yang telah dicapai seseorang.

Menurut Masidjo (2007: 13) mengungkapkan bahwa kegiatan pengukuran prestasi belajar peserta didik (siswa) dari suatu mata pelajaran dilakukan antara lain melalui ulangan, ujian, tugas dan sebagainya. Biasanya ditunjukkan dalam nilai rapor atau nilai-nilai tes sumatif.
Dari definisi para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil usaha dari belajar yang menghasilkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dicapai oleh seseorang yang ditunjukan dengan nilai tes atau angka.
Namun hasil belajar dengan prestasi belajar mempunyai makna yang berbeda, prestasi belajar biasanya identik dengan nilai atau angka yang didapatkan oleh siswa, sedangkan hasil belajar cakupannya lebih luas daripada sekedar angka. Hasil belajar biasanya terkait dengan kualitas seorang individu/siswa yang didapatkan dari hasil belajar. Hasil belajar seseorang dikatakan baik apabila sikap, tingkah laku, dan karakter siswa tersebut menunjukan kearah yang positif.
Hubungan kebiasaan belajar yang baik dengan prestasi belajar adalah ketika seseorang siswa mempunyai kebiasaan belajar yang baik, biasanya siswa tersebut juga akan mempunyai prestasi belajar yang baik. Hal ini disebabkan karena dengan kebiasaan belajar yang baik siswa menjadi lebih menguasai pemahaman terkait materi yang telah diberikan disekolah.

Maka peran orang tua dan guru sangat penting dalam situasi ini, sebisa mungkin ketika anak berada dirumah perlu diawasi kebiasaan belajarnya. Orang tua dapat membantu siswa dalam membimbing anaknya ketika belajar dirumah. Atau bisa juga orang tua membantu anaknya untuk membuat jadwal agar ketika anak lebih terkonsep dengan baik jadi anak dapat menyesuaikan waktu belajar dan waktu bermainnya. Dengan melakukan hal tersebut diharapkan anak dapat menjadi anak yang berprestasi.