Sabtu, 18 November 2017

LAYANAN BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA


Disiplin merupakan upaya untuk membuat orang berada pada jalur sikap dan perilaku yang sudah ditetapkan pada individu oleh orang tua. Kedisiplinan ini diajarkan oleh orang tua sejak dini, hal ini dimaksudkan agar anak terbiasa dengan hidup teratur karena hal ini juga akan berdampak positif bagi kehidupan dimasa yang akan datang. Pendidikan disiplin merupakan suatu proses bimbingan yang bertujuan untuk menanamkan pola perilaku tertentu, kebiasaan-kebiasaan tertentu, atau membentuk manusia dengan ciri-ciri tertentu, terutama untuk meningkatkan kualitas mental dan moral (Sukadji,2002). Menurut Deny (2011:3) kedisiplinan dalam arti luas adalah cermin dari kehidupan masyarakat bangsa dan bernegara. Maknanya, dari gambaran tingkat kedisiplinan suatu bangsa dapat dibayangkan seberapa tingkatan tinggi rendahnya budaya bangsa yang dimilikinya.
Fakta yang ditemukan dilapangan adalah tingkat kedisiplinan siswa disekolah masih kurang memuaskan. Ditandai dengan masih ada siswa yang tidak disiplin. Hal ini dapat di lihat dari perilaku siswa antara lain rendahnya kualitas karakter kedisiplinan seperti adanya pelanggaran tata tertib sekolah seperti belum menyelesaikan tugas PR dengan tepat waktu, terlambat datang kesekolah, berpakaian dan memakai atribut yang tidak dianjurkan misalnya memakai sepatu selain warna hitam, mengeluarkan baju seragam dan masih banyak lagi.
Dari permasalahan yang terjadi dilapangan dapat disimpulkan solusi yang paling tepat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan Bimbingan Pribadi sosial. Menurut Syamsu Yusuf dan Juntika Nurihsan (2005 : 11) merumuskan bimbingan pribadi-sosial sebagai suatu upaya membantu individu dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan keadaan psikologis dan sosial klien, sehingga individu memantapkan kepribadian dan mengembangkan kemampuan individu dalam menangani masalah-masalah dirinnya. Bimbingan pribadi-sosial juga sebagai upaya pengembangan kemampuan peserta didik untuk menghadapi dan mengatasi masalah-masalah pribadi-sosial dengan cara menciptakan lingkungan interaksi pendidikan yang kondusif, mengembangkan sistem pemahaman diri dan sikap-sikap positif, serta dengan mengembangkan kemampuan pribadi-sosial. Berdasarkan berbagai pengertian yang telah dikemukakan, dapat dirumuskan bimbingan pribadi-sosial merupakan upaya layanan yang diberikan kepada siswa agar mampu mengatasi permasalahan-permasalahan yang dialaminya, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, sehingga mampu membina hubungan sosial yang harmonis di lingkungannya. Bimbingan pribadi-sosial diberikan dengan cara menciptakan lingkungan yang kondusif, interaksi pendidikan yang akrab, mengembangkan sistem pemahaman diri, dan sikap-sikap yang positif, serta kemampuan-kemampuan pribadi sosial yang tepat.  
a.      Bimbingan Pribadi Sosial
·     Menurut Dewa Ketut Sukardi (1993: 11) mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan usaha bimbingan, dalam menghadapi dan memecahkan masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.
·     menurut pendapat Abu Ahmadi (1991: 109)Bimbingan pribadi-sosial adalah, seperangkat usaha bantuan kepada peserta didik agar dapat mengahadapi sendiri masalah-masalah pribadi dan sosial yang dialaminya, mengadakan penyesuaian pribadi dan sosial, memilih kelompok sosial, memilih jenis-jenis kegiatan sosial dan kegiatan rekreatif yang bernilai guna, serta berdaya upaya sendiri dalam memecahkan masalah-masalah pribadi, rekreasi dan sosial yang dialaminya.
·     Syamsu Yusuf (2005: 11) yang mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial adalah bimbingan untuk membantu para individu dalam memecahkan masalah-masalah sosial-pribadi.
Dari definisi para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan suatu bimbingan yang diberikan oleh seorang ahli kepada individu atau kelompok, dalam membantu individu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.
b.    Program Layanan Bimbingan Pribadi Sosial untuk meningkatkan kedisiplinan siswa
1.      Bimbingan Klasikal 
Program yang dirancang menuntut guru BK/konselor untuk melakukan kontak langsung dengan siswa di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada siswa. Kegiatan bimbingan klasikal dapat berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat). 
2.      Pelayanan Orientasi 
Pelayanan orientasi merupakan kegiatan yang memungkinkan siswa dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama dengan lingkungan sekolah. Pelayanan orientasi di sekolah biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Dalam layanan orientasi ini siswa baru diperkenalkan tata tertib sekolah dengan tujuan agar tingkat pelanggaran disekolah menurun sehingga dapat meningkatkan kedisiplinan siswa disekolah.
3.      Pelayanan Informasi 
 Layanan pemberian informasi tentang Tata tertib sekolah dimaksudkan agar siswa memahami apa saja yang boleh dilakukan dan dilarang untuk dilakukan disekolah sesuai dengan tata tertib yang ada.
4.      Bimbingan Kelompok 
Layanan bimbingan yang diberikan kepada siswa melalui kelompok-kelompok kecil (5 s.d 10 orang). Bimbingan kelompok ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat siswa. Topik yang didiskusikan  dalam bimbingan kelompok adalah masalah-masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia. 
5.      Kolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas 
Konselor berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas dalam rangka memperoleh informasi tentang konseli, memecahkan masalah konseli, dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang perlu dilakukan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar