Senin, 11 Desember 2017

BK KARIR DI SMP

Bimbingan dan konseling karir di SMP merupakan proses bantuan yang diberikan oleh konselor sekolah kepada siswa dalam rangka pemberian informasi karir dan pekerjaan sehingga muncul kesadaran pada diri siswa untuk memilih pekerjaan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan yang dimiliki. Masalah karir yang beruhubangan dengan SMP :
1.  Belum memahami lebih tepat tentang keadaan dan kemampuan diri para siswa.
2. Belum mampu membina kesadaran terhadap nilai-nilai yang ada pada diri pribadi siswa.
3. Kurangnya pengenalan tentang berbagai jenis sekolah lanjutan dan memahami cara memilih jurusan yang cocok dengan kemampuan seperti SMA/SMK/MA.
4. Belum mengenal berbagai jenis pekerjaan.
5. Merasa cemas untuk mendapatkan pekerjaan setelah tamat sekolah, karena keluarga tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah.
6. Keluarga menentang dalam memilih sekolah atau jurusan.
7. Takut tidak diterima masuk jurusan atau sekolah yang diinginkan

Bimbingan dan konseling karir di SMP merupakan kelanjutan dari bimbingan karir dan konseling karir di SD, melalui guru pembimbing siswa mendapatkan berbagai informasi tentang karir sehingga dapat membina sikap dan apresiasinya terhadap jenis pendidikan, jenis pekerjaan, dan menelusuri hubungan antara kerja dan waktu luang, memperluas minat kerja, serta memberikan berbagai informasi tentang pekerjaan sehingga memunculkan kesadaran siswa untuk menentukan pilihan pekerjaannya dimasa datang sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.

MENINGKATKAN PENGELOLAAN DIRI UNTUK MENJADI KONSELOR YANG BAIK

Pengertian Pegelolaan Diri adalah kemampuan mengelola pola perilaku agar aktivitas kehidupan bisa terselesaikan dengan efektif dan produktif. Karena, dalam proses ini kita harus menetapkan tujuan, evaluasi perilaku, saat penyusunan rencana-rencana untuk mendapatkan hasil yang kita harapkan. Sebelum melakukan menegemen diri, terlebih dahulu kita harus mengenal karakteristik pekerjaan kita. Contoh pekerjaan dimedia masa, suatu pekerjaan yang banyak mengendalkan situasi untuk mengejar tujuan (capaian). Untuk menyusun manajemen diri, diperlukan tiga kemampuan yaitu (Sedanayasa, 2014) :
a.       Kemampuan memprediksi
Kemampuan ini sangat penting terutama pada pekerjaan yang sering kali dipengaruhi faktor luar dan dalam. Faktor luar menyangkut kemampuan memprediksi atau meramalkan situasi dan keadaan yang sangat penting. Sedangkan faktor dalam, menyangkut kemampuan untuk kemampuan memprediksikan seberapa banyak tugas atau beban pekerjaan yang akan dilakukan
b.      Kemampuan kategorisasi
Merupakan kemampuan untuk mengelompokan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab. Tugas-tugas yang memiliki kode atau karakter yang mirip akan lebih mudah dikerjakan.
c.       Kemampuan menentukan prioritas
Menentukan prioritas, artinya menentukan suatu kegiatan dan segala pendukungnya mempertimbangkan waktu dan dampak-dampaknya. Prioritas pertama adalah pekerjaan yang penting dan mendesak, setelah itu mempertimbangkan pekerjaan yang penting dan tidak mendesak.
Strategi Pengembangan Kekuatan Personal
Manusia adalah makhluk penuh potensi, yang harus dikembangkan sehingga semua bisa teraktualisasi. Mengenal diri sendiri adalah dasar untuk mengarahkan diri dan untuk beraktualisasi. Sebagai contoh, setelah menganalisa diri dengan seksama, kemudian kita mampu menemukan kekuatan personal kita seperti kreativitas, semangat berinovasi, ketajaman analisis, kemampuan menemukan peluang, penerimaan terhadap hal-hal baru, semangat belajar yang tinggi dan sebagainya. Di sisi lain kita merasa miliki kelemahan, seperti kurang disiplin, tidak focus, kurang konsisten, tidak berani mencoba atau tidak berani ambil resiko. Dalam kondisi ini maka manussia mempunyai kewajiban untuk megembangkan diri dan berusaha menutupi kelemahan serta mencari solusi untuk menutupi kelemahan tersebut. Ada beberapa cara untuk memaksimalkan potensi atau kekuatan dan sekalgus meminimalkan pengaruh kelemahan (Sedanayasa, 2014):
a.  Berkomitmen untuk meminimalisasi atau menghapis kelemahan secara bertahap
b.  Melakukan action atau saha yang sungguh-sungguh untuk mnghentikan dampak setiapkali kelemaha diri tersebut muncul.
c.  Menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baru yang mendorong mencuatnya potensi kita, dan pada saat bersamaan mengubur sedalam-dalamnya setiap kelemahan kita.
d.  Terus-menerus menumbuhkan dan mengmbangkan motivasi dir, supaya semangat selalu berkobar dan kita senantiasa memiliki mentaliltas yang sehat.
Keempat hal terseut harus dimulai dari sekarang dan hanya orang yang memiliki motivasi serta berani bertindak akan mencapai kesuksesan.

PENGGUNAAN KOTAK MASALAH DALAM BK


Kotak masalah merupakan kotak yang di sediakan untuk menampung berbagai pertanyaan, persoalan atau masalah yang dihadapi oleh anak-anak, guru, anggota yang lain di dalam sekolah maupun masalah di luar sekolah. Mereka yang merasa ada masalah baik pribadi, sosial, masalah belajar, maupun karier bisa dengan bebas tanpa dipengaruhi siapa pun menuliskan dalam selembar kertas yang kemudian dimasukkan dalam kotak masalah itu. Ada juga yang mengatakan kotak masalah merupakan instrumen atau media Bimbingan Konseling (BK) yang berfungsi sebagai sarana konseling untuk menyampaikan masalah atau pertanyaan secara tidak langsung.
Bisa karena takut, atau malu menyampaikan masalah yang dihadapi kepada orang lain. Dengan adanya kotak masalah konseling ini bisa membongkar masalah tanpa harus bertatap muka dengan konselornya. Kotak masalah juga sering disebut kotak curhat biar lebih bersahabat.. Fungsi dan tujuan kotak kotak curhat ini sebagai alat untuk mengungkap permasalahan yang ada pada peserta didik terutama bagi siswa yang masih takuttakut atau malu .
Penyediaan kotak masalah ini mempunyai arti yang tidak kecil, baik dari segi preventif maupun segi kuratifnya. kotak masalah bisa menjadi sarana komunikasi yang memberikan banyak manfaat karena warga sekolah secara tertulis bisa memberikan masukan, bisa mengadu atau curhat apabila menghadapi persoalan yang membutuhkan bantuan orang lain.
Kotak masalah sebaiknya diletakkan di tempat yang strategis, agar warga sekolah mudah untuk memasukkan surat. Pada waktu-waktu tertentu yang telah ditetapkan apakah setiap hari, dua hari sekali, tiga hari sekali kotak dibuka oleh guru pembimbing untuk dipelajari, diadministrasikan dan ditindaklanjuti. Dilihat dari masalah, sifatnya ada dua yaitu: masalah yang bersifat umum dan khusus (Bimo Walgito ).
Apabila masalah bersifat umum, maka cara pemecahannya juga bersifat umum dengan menggunakan layanan informasi, misalnya masalah belajar, pergaulan, kebersihan dan lain-lain. Apabila berupa masukan, kritikan kepada sekolah maka guru pembimbing bisa menyampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.
Sedangkan Masalah dikatakan bersifat khusus apabila hanya khusus anak tertentu saja yang mengalami, maka guru pembimbing bisa menindaklanjuti dengan cara khusus pula yaitu melalui layanan konseling perorangan. Dalam memasukkan masalah dalam kotak masalah ada dua pendapat.
Pertama siswa atau anggota sekolah yang lain memasukkan surat ke dalam kotak masalah tanpa disertai identitas dirinya namun bisa menggunakan nama samaran, hal ini didasari pemikiran agar siswa lebih terbuka dan leluasa dalam menyampaikan masalahnya. Kedua siswa atau anggota sekolah yang lain memasukkan surat disertai identitas yang jelas, dengan cara ini permasalahan bisa lebih mudah ditindak lanjuti. Kotak masalah bisa bermanfaat bagi layanan bimbingan dan konseling apabila diberdayakan dan diadministrasikan dengan baik.
Cara memberdayakan kotak masalah sebagai salah satu media layanan Bimbingan dan Konseling sebagai berikut: Koordinator BK berkonsultasi dengan kepala sekolah untuk mengajukan rencana pengadaan kotak masalah. Selanjutnya Koordinator BK koordinasi dengan staf BK, kesiswaan, humas, kurikulum tentang pengadaan kotak masalah.
Setelah itu guru pembimbing menyosialisasikan kotak masalah kepada dewan guru, karyawan, orang tua siswa, siswa, anggota sekolah lain. Kemudian kotak masalah dibuat dengan warna menarik, diletakkan di tempat yang strategis. Setiap saat membuka kotak sesuai waktu yang ditentukan. Lalu mengagendakan surat dan mengklasifikasikan isinya. Setelah itu baru merencanakan kegiatan layanan individual sesuai isi surat. Dilanjutkan dengan memberi layanan yang telah direncanakan sesuai keinginan siswa. Langkah terakhir melaporkan pada pimpinan.

PENGGUNAAN MEDIA FILM UNTUK MEMOTIVASI SISWA


Kata Bimbingan dan Konseling merupakan kata yang tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan, tetapi ada juga pendapat bahwa Bimbingan dan Konseling merupakan kata yang berbeda. Menurut Hallen istilah Bimbingan selalu dirangkai dengan istilah Konseling. Hal ini disebabkan karena Bimbingan dan Konseling itu merupakan suatu kegiatan yang integral. Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan Bimbingan di antara beberapa teknik lainnya.
Prayitno (1995: 178) mengemukakan bahwa Bimbingan kelompok adalah Suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Artinya, semua peserta dalam kegiatan kelompok saling berinteraksi, bebas mengeluarkan pendapat, menanggapi, memberi saran, dan lain-lain sebagainya; apa yang dibicarakan itu semuanya bermanfaat untuk diri peserta yang bersangkutan sendiri dan untuk peserta lainnya.
Bimbingan kelompok merupakan suatu upaya pembimbing atau konselor untuk membantu siswa memahami diri mereka, memahami masalah-masalah yang sedang mereka hadapi serta memberikan solusi. Perasaan dan hubungan antara anggota kelompok serta konselor sangat ditekankan dalam kelompok. Proses pemberian bantuan yang diberikan ditunjukan untuk mencegah timbulnya masalah pada siswa serta mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa.
Selanjutnya usaha yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan efikasi-diri siswa tersebut adalah dengan mengoptimalisasikan berbagai layanan bimbingan dan konseling kepada siswa. Salah satu bentuk kegiatan dalam penerapan layanan bimbingan dan konseling yang akan dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan efikasi-diri siswa ialah dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok dengan media film dengan teknik sinema konseling.
Sinema konseling adalah suatu konseling kreatif, di mana seorang konselor menggunakan film atau video sebagai alat konseling. Menurut Solomon (2011) sinema konseling adalah suatu metode dengan mengunakan film dalam sebuah konseling yang memiliki positif efek pada orang kecuali pada seseorang dengan gangguan psikotik. Lebih luas lagi diungkapkan oleh Solomon dalam Anindito (2008) bahwa masalah yang bisa dikonseling adalah motivasi, hubungan, depresi. 
            Dalam sinema konseling, subyek terdiri dari 5-8 konseli dan berlangsung kurang lebih 90 menit dan didokumentasikan dengan menggunakan variabel yang terukur (Demir, 2007). Sinema konseling merupakan perkembangan dari bibliokonseling. Bibliokonseling merupakan suatu konseling yang mana menggunakan sumber bacaan untuk membantu kliennya, (Demir, 2007). Menurut Ulus dalam Demir (2007), sinema konseling lebih menarik daripada bibliokonseling, selain itu sinema konseling lebih mudah daripada bibliokonseling karena menonton film lebih mudah daripada membaca buku. Menonton film membutuhkan waktu lebih singkat dibandingkan membaca buku.
            Dinilai dari hasil, proses konseling menggunakan film lebih cepat dibandingkan menggunakan bahan bacaan. Remaja akan lebih tertarik dan mudah ketika mereka melihat film pada daripada membaca. Waltz (2004) mengungkapkan bahwa sinema konseling juga merupakan konseling yang spesifik dimana konselor bukan hanya menayangkan film, namun juga memilih kesesuaian film dengan tujuan dalam konseling. Sedangkan menurut Berg-Cross, Jenning, & Baruch dalam Derme (2000) sinema konseling adalah sebuah konseling spesifik untuk melihat konseli secara individual atau kelompok, yang mana menggunakan film sebagai sarana mencapai keuntungan konseling
            Dari beberapa definisi mengenai sinema konseling menurut beberapa ahli, dapat disimpulkan bahwa sinema konseling adalah sebuah metode dalam konseling yang menggunakan film atau video bisa dilakukan secara individual maupun kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan menghasilkan efek positif kecuali pada seseorang dengan gangguan psikotik.
           Prosedural dalam pelaksanaan sinema konseling tidak hanya penayangan film, namun terdapat serangkaian kegiatan yaitu : a) penayangan film, b) refleksi isi film, c) refleksi diri, d) pengembangan komitmen, e) uji komitmen, dan f) refleksi pengalaman. Film atau video yang digunakan dalam sinema konseling memiliki durasi paling lama 60 menit, melalui proses editing dimana akan dilakukan pemilihan bagian mana yang layak ditonton konseli dan bagian mana yang tidak layak. Alur cerita film atau video hendaknya yang disukai oleh konseli dan memilih tokoh yang mana menarik dan sesuai dengan usia perkembangan konseli. Hal ini diharapkan akan lebih mempermudah penyerapan oleh konseli terhadap pesan yang hendak disampaikan melalui film. Serangkaian kegiatan yang telah disampaiakan diatas sangat berpengaruh terhadap kesuksesan dari konseling. Prosedural yang sistematis akan mendukung kesuksesan pelaksanaan sinema konseling.

Bagaimana cara mengontrol emosi?


Pada dasarnya manusia sangat mudah terbawa emosi apalagi didunia maya. Kita adalah makhluk perasaan (emosi), the world run on feelings, dan sekarang kita hidup dijaman dimana segala bentuk emosi sangat mudah menular dengan adanya internet dan sosial media. Setiap hari emosi diri kita dibombardir dengan berbagai kontroversi politik, judul clickbait, dan konten-konten ego bait.
Sayangnya tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk menghentikan serangan emosi ini, bahkan saya yakin semakin hari akan semakin parah, ada 3 hal utama yang menyebabkan ini semua terjadi yaitu:
1.        Dengan adanya internet, sangat mudah bagi kita untuk mencari informasi yang bisa mendukung/membenarkan apa yang sudah kita percayai (confirmation bias), jika Anda merasa golongan A adalah kumpulan orang-orang penipu/koruptor maka akan selalu ada artikel/berita yang bisa mendukung opini dan perasaan Anda tersebut. Artinya sangat mudah bagi kita untuk mengembangkan asumsi, mengkonfirmasi kembali opini/pandangan kita tanpa melihat dari kedua sisi atau mempertanyakan keadaan/realita yang sebenarnya. Emosi membuat orang mencari informasi di internet bukan untuk mencari kebenaran, melainkan untuk mencari pembenaran atas apa yang sudah mereka asumsikan.
2.        Internet dan media terus-terusan secara konsisten memberikan Anda kabar-kabar terburuk, paling kontroversi dan sensasional dinegeri ini, karena informasi/konten macam inilah yang paling mudah mendapatkan perhatian audience (emosi diatas segalanya), akhirnya konten dibuat bukan lagi berdasarkan kualitas/manfaat melainkan berdasarkan seberapa jauh konten tersebut bisa memancing emosi pembacanya.
3.        Ironisnya dengan adanya sosial media orang-orang menjadi semakin terputus hubungan satu sama lain secara nyata, sangat mudah untuk memisahkan diri dari orang-orang yang tidak sependapat/sepemikiran dengan Anda disosial media, berdebatpun cenderung mudah terbawa emosi dan amarah, karena kita tidak melihat orang tersebut secara langsung, kita hanya berkomunikasi dibalik layar dan avatar, berbeda dengan jaman dulu dimana kita bertatap muka dan jauh lebih mudah memiliki rasa toleransi terhadap opini orang lain.
Pada akhirnya internet dan sosial media tidak memberikan orang-orang informasi yang mereka butuhkan, tetapi informasi dan kontenyang mereka inginkan. Masalahnya adalah internet sudah kelebihan informasi, dalam prinsip ekonomi jika sesuatu tersedia secara berlebihan (over supply) orang-orang akan semakin tidak menghargainya.
Hasilnya? Kita tidak lagi menghargai informasi yang ada karena semuanya sudah tersedia dimana-mana, bahkan kita sudah tidak peduli lagi dengan informasi yang sebenarnya, setiap haripun informasi menjadi semakin ngaco, tiba-tiba ada bocah umur 5 tahun bisa terbang, ada fakta/kontroversi bahwa bumi berbentuk segitiga, ditemukan alien ngambang disungai, dan sebagainya.

Ada kontroversi sedikit tiba-tiba jadi viral, masih ada orang-orang yang mau disuruh ketik “amin” atau klik “like” supaya bisa kaya/sukses (seriously?), debat di sosmed yang tidak ada habisnya dan yang paling buruk adalah semua rasa emosi ini memiliki adiktif (candu), kita tertipu lagi dan lagi, termakan judul clickbait yang sama berkali-kali, kita menikmati rasa emosi/marah saat berdebat dengan orang lain seolah kita ada dijalan yang benar dan mereka ada dijalan yang salah. Semuanya menjadi semakin tidak terkendali, namun walaupun kita tidak bisa mengendalikan keadaan yang sudah berantakan ini, kita tetap bisa menahan/mengendalikan emosi diri kita sendiri.
Berikut ini adalah 4 tips simpel untuk menahan rasa marah dan cara mengontrol emosi diri Anda menjadi lebih terkendali:
1.    Jangan terburu-buru dalam mengemukakan opini
Kita sangat mudah terbawa emosi saat berada disosial media, rasanya ingin komen, berdebat dan memberikan opini, tapi opini itu menjebak. Perhatikanlah mayoritas orang-orang yang sudah mengeluarkan pendapat akan mati-matian mempertahankan argumennya apapun realita/fakta yang melawannya, mereka menggunakan logika bukan untuk mencari kebenaran tetapi untuk mencari pembenaran terhadap pandangannya sendiri, dan fakta uniknya adalah manusia bisa menemukan logika dalam hal apapun.
Jadi daripada terbawa arus emosi yang tidak berguna (hampir semua debat sebenarnya tidak ada gunanya), lebih baik memilih diam dan tetap netral. Selain itu lebih mudah bagi kita berubah pikiran/opini ketimbang jika kita sudah berucap dan menyatakan opini kita kepada orang lain, tidak ada beban moral dan emosi apapun bagi mereka yang masih netral, karena itu jangan terburu-buru mengemukakan pendapat, bahkan tidak usah berpendapat jika memang dirasa tidak perlu.
Sekali Anda menyatakan opini, secara insting Anda akan menghabiskan energi untuk membuktikan bahwa Anda benar dan orang lain salah, tentu ada saat dimana memang Anda perlu membuktikan sebuah opini tapi cobalah menahan diri sesaat karena dengannya Anda bisa melihat situasi dengan lebih baik menggunakan pikiran dan logika ketimbang emosi dan perasaan semata.
2.    Belajar sabar dengan lebih banyak mendengar ketimbang bicara
Jika Anda menerima kritik dari orang lain, jauh lebih baik dengarkan saja tanpa harus membalas komentar mereka, terima masukkan yang ada tapi jangan habiskan waktu untuk berdebat apalagi kalau mereka adalah haters (pembenci). Intinya adalah lebih mudah bagi kita mengontrol emosi diri saat kita mendengar ketimbang berbicara, mereka yang sudah berucap/angkat bicara seringkali mudah terbawa emosi/marah, karena itu lebih banyaklah mendengar daripada berbicara, perhatikan dahulu dengan seksama keadaan yang ada dan jika memang penting katakanlah apa yang memang harus Anda sampaikan.
3.    Terima saja bahwa tidak semua debat/masalah penting untuk dimenangkan
Banyak orang menghabiskan waktu hanya untuk memuaskan egonya, mereka akan berdebat seharian untuk membuktikan bahwa dirinya benar dan orang lain salah, mereka akan mengklarifikasi masalah yang ada untuk memaksa orang lain sependapat dengan diri mereka. Padahal tidak semua masalah yang ada itu penting untuk diperdebatkan, memenangkan debat seringkali tidak ada gunanya karena pada akhirnya orang lain tetap tidak sependapat dengan apa yang kita diskusikan bersama.
Terimalah fakta bahwa kita tidak harus selalu menang dalam pembicaraan, kita tidak harus menjadi dominan dalam sebuah keadaan, setiap orang memiliki egonya sendiri-sendiri dan tidak ada salahnya mengalah karena memenangkan hal tersebut tidak membawa perubahan apapun yang berarti.
Kuncinya adalah memahami keadaan yang terjadi, berpikir dengan kepala dingin hanya bisa dilakukan saat Anda lebih tenang, diamlah sesaat, jangan terburu-buru mengemukakan opini/argumen, dan pergilah (move away) jika memang masalah/keadaan tersebut tidak penting untuk diperdebatkan.
4.    Pilih lingkungan yang bisa mengendalikan diri
Jauh lebih mudah rusak karena teman dibandingkan baik karena teman, perhatikanlah mayoritas emosi yang terjadi itu disebabkan oleh sekumpulan orang/kelompok (bandwagon), faktanya kita sebagai manusia sangat mudah dimanipulasi pikiran dan emosinya apalagi dalam berkelompok, jangan sampai terbawa arus emosi karena Anda berada dilingkungan yang salah.
Lingkungan itu sangat-sangat penting. Lingkungan bisa menentukan karakter Anda, nasib Anda, bahkan masa depan Anda. Pastikan Anda memilih lingkungan yang baik dan tepat. Lingkungan tidak terbatas pada keluarga dan teman saja, tetapi juga tempat kerja, grup sosial media, forum internet, website/komunitas yang sering Anda kunjungi, dan masyarakat tempat Anda berada.
Pilihlah lingkungan dan orang-orang yang bisa mengontrol emosinya, bergaullah dengan mereka-mereka yang tidak mudah terbawa emosi/gampang marah khususnya di sosmed, ingat rasa emosi dan kebencian itu menular, percaya atau tidak pada akhirnya lingkungan jugalah yang membentuk karakter Anda sampai saat ini.
Jadi bagaimana cara mengontrol emosi diri sendiri dengan baik? Bagaimana cara yang tepat untuk menahan dan mengendalikan amarah?
·         Jangan terburu-buru dalam berpendapat/mengemukakan opini
·         Lebih banyaklah mendengar ketimbang bicara (silent is gold)
·         Pahami bahwa Anda tidak perlu terlibat dalam setiap masalah/keadaan yang terjadi
·         Pilih lingkaran sosial yang bisa membawa Anda ketempat yang lebih baik

Pada kenyataannya memang semua itu tidak semudah kata-kata, saat berhadapan dengan sebuah keadaan kita cenderung mudah terpengaruh lingkungan dan terseret opini yang mungkin saja sesat. Maka dari itu sangat penting untuk kita belajar lebih banyak menggunakan pikiran ketimbang perasaan dalam mengambil keputusan, memang tidak selamanya keputusan berdasarkan pikiran/logika pasti lebih baik ketimbang menggunakan perasaan, ada saatnya juga kita harus mempercayai emosi/perasaan termasuk intuisi (follow your heart but take your brain with you). Pada akhirnya berpikir kritis itu memang melelahkan tetapi sebenarnya lebih banyak masalah dalam hidup ini yang hanya bisa diselesaikan dengan pikiran dan logika ketimbang emosi dan perasaan.

PERSEPSI


Persepsi : merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu suatu stimulus yang diterima oleh individu melalui alat reseptor yaitu indera. Alat indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya. Persepsi merupakan stimulus yang diindera oleh individu, diorganisasikan kemudian diinterpretasikan sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera.
Persepsi sering disebut juga disebut juga dengan pandangan, gambaran, atau anggapan, sebab dalam persepsi terdapat tanggapan seseorang mengenai satu hal atau objek. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu Faktor Internal dan Faktor Eksternal.
1. Faktor Internal yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu, yang mencakup beberapa hal antara lain :
·Fisiologis. Informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang berbeda-beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda.
·Perhatian. Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek.
·Minat. Persepsi terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual vigilance merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau dapat dikatakan sebagai minat.
·Kebutuhan yang searah. Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.
·Pengalaman dan ingatan. Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.
·Suasana hati. Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.
2. Faktor Eksternal yang mempengaruhi persepsi, merupakan karakteristik dari linkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya. Elemen-elemen tersebut dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseoarang merasakannya atau menerimanya. Sementara itu faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah :
·Ukuran dan penempatan dari obyek atau stimulus. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besrnya hubungan suatu obyek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu obyek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk persepsi.
·Warna dari obyek-obyek. Obyek-obyek yang mempunyai cahaya lebih banyak, akan lebih mudah dipahami (to be perceived) dibandingkan dengan yang sedikit.
·Keunikan dan kekontrasan stimulus. Stimulus luar yang penampilannya dengan latarbelakang dan sekelilingnya yang sama sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.
·Intensitas dan kekuatan dari stimulus. Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila lebih sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat. Kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi.
·Motion atau gerakan. Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam.

PASUNG SI MANIS DARI BANTEN


PENDAHULUAN
Panorama wisata memberi ruh tersendiri bagi keelokan Pandeglang. Demikian pada kuliner jajanan tradisional kota Badak. Bukan hanya sekedar kuliner, jajanan tradisional juga bagian khasanah kekayaan budaya kota yang terletak di ujung kulon pulau jawa.
Berkunjung ke kota yang dihiasai keindahan pantai dan cagar alam ini, rasanya kurang lengkap tanpa mengenal dan mencicipi jajanan khas tradisionalnya. Bukan hanya untuk sekedar dicicipi, jajanan tradisional ini juga cocok sebagai oleh-oleh wisatawan yang berkunjung ke kabupaten, yang dulunya terkenal dengan nama pandai gelang, (tukang atau tempat menempa gelang).
Salah satunya adalah kue pasung si manis dari Banten. Dalam artikel ini mempunyai rumusan masalah sebagai berikut: apa itu kue pasung? Bagaimana cara membuatnya? Dan bagaimakah sejarahnya sehingga kue tersebut selalu ada di acara-acara besar di daerah Sunda?

PEMBAHASAN
1.1              Letak geografis Kab. Pandeglang
Kabupaten Pandeglang  adalah sebuah kabupaten di Provinsi Banten, Indonesia. Ibukotanya adalah  Pandeglang. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Serang di utara, Kabupaten Lebak di Timur, serta Samudra  Indonesia di barat dan selatan. Wilayahnya juga mencakup Pulau Panaitan (di sebelah barat, dipisahkan dengan Selat Panaitan), serta sejumlah pulau-pulau kecil di Samudra Hindia, termasuk  Pulau Delidan Pulau Tinjil. Semenanjung  Ujung Kulon merupakan ujung   paling barat Pulau Jawa, di mana terdapat suaka margasatwa tempat perlindungan hewan badak bercula satu yang kini hampir punah.
Pusat perekonomian Kabupaten Pandeglang terletak di dua kota yakni Kota Pandeglang dan Labuan. Sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang merupakan dataran rendah dan dataran bergelombang. Kawasan selatan terdapat rangkaian pegunungan. Sungai yang mengalir di antaranya  Sungai Ciliman yang mengalir ke arah barat, dan Sungai Cibaliung yang mengalir ke arah selatan.



1.2              Cara membuat kue pasung
Tidak ada yang tahu pasti mengapa kue ini dinamakan kue Pasung, hanya saja nama tersebut memang nama khas orang Sunda. Kue Pasung ini juga terbuat dari tepung beras,  hanya saja ada adonan kue ini terdiri dari dua adonan, campuran tepung beras dan gula aren/merah, kemudian adonan tepung sagu dan santan untuk membuatnya jadi kenyal. Biasanya di dalam adonannya selain tepung beras, gula aren/merah, tepung sagu dan santan yang diuleni, ditambahkan juga potongan kelapa atau nangka sehingga kue-nya lebih bertekstur dan wangi. Yang unik dari kue ini memang bentuknya yang menyerupai corong. Kalau daun pisang pada jojorong di bentuk kotak seperti nampan kecil, pada Pasung daunnya digulung seperti corong atau contong. Teknik memasaknya juga unik, adonan tepung beras dan gula merah dimasukkan sebanyak ¼ kedalam contong kemudian dikukus sampai mengeras kemudian diangkat dan masukkan adonan santan dan tepung sagu kemudian kukus lagi sampai matang kurang lebih 15 menit. Coba gigit pelan-pelan kue ini dari bagian paling atas, kamu akan merasakan lelehan gula aren yang manis dan tekstur adonan yang tidak terlalu kenyal. Lembut dan terasa aroma kelapanya, kemudian gigit sampai habis manisnya gula aren semakin berpadu dengan kenyalnya adonan tepung beras.

1.3              Sejarah kue pasung selalu ada di acara besar
Kue Pasung juga hanya bersifat musiman saja yang dibuat ketika ada acara tertentu seperti pada saat acara hajatan ataupun acara besar lainnya. Itupun tidak semua desa membuatnya. Sebab yang saya ketahui antara desa yang satu dengan desa lainnya tidak semua menyajikan kue pasung ini. Kue Pasung nyaris jarang kita jumpai di pasar tradisional. Tidak banyak yang bisa membuat kue ini hanya orang-orang tertentu saja yang bisa membuat kue ini dan umurnya pun sudah terbilang sepuh.

KESIMPULAN
            Kue pasung merupakan kue khas sunda yang hanya ada di acara tertentu misalnya acara-acara besar seperti acara pernikahan perayaan hari-hari besar Islam. Karena itu kue ini sangat sulit ditemui dan orang yang membuatnya pun tidak banyak yang bisa. Dalam perkembangannya kini banyak varian warna dari kue pasung tersebut yang tadinya hanya ada warna coklat kini banyak dijumpai banyak varian warna yaitu warna putih dan coklat.